Verba Panca Indra Dalam Bahasa Dayak Kanayatn. Data dan Sumber Data Data primer dalam penelitian ini adalah verba pancaindra yang dituturkan langsung oleh masyarakat penutur asli bahasa Dayak Kanayatn yang bertempat tinggal di Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak dan data sekunder sebagai data Bahasa Damal, suku asal Papua: Amole 8. Bahasa Bengkulu: pueng tu pagi 9. Bahasa Moi, suku asal Papua: Lawobok 10. Bahasa Bugis Makasar: Salama bari basaa 11. Bahasa Bali: Rahajeng semeng 12. Bahasa Ambon: Salamat pagi 13. Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan: Salamat hanjewu 14. Bahasa Lampung: Selamat tukuk 15. Bahasa Dayak Maanyan Kalimantan Bahasasubsuku Dayak Tebang Benua ini yang sering juga dikenal dengan istilah bahasa Tebang,Tobak/Tobag. Bahasa ini memperlihatkan ciri-ciri bahasa Melayik, meskipun dalam pemetaan yang dilakukan oleh Wurm dan Hattori (1983), kelompok masyarakat ini dipetakan sebagai kelompok Bidayuhik. Adapun wilayah penyebaran sub suku Dayak Tebang Benua ini Dalam Soft Lounching, Borneo Dayak Forum tanggal 9 Agustus 2010 di Kuching, Sarawak, maka semboyan Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata ditetapkan sebagai Salam atau Falsafah masyarakat Dayak seluruh Dunia. Maka wajib di sampaikan “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” dalam setiap Bahasa Adat Dayak : Austronesia adalah bahasa asal dari Suku Dayak yang berada di sebelah Utara Kalimantan. Setelah itu bahasa ini menyebar ke timur sampai masuk ke area pedalaman, pulau-pulau hingga sampai ke gunung-gunung dan samudra Pasifik. Setelahnya bahasa datang mulai berkembang karena kedatangan orang melayu dan daerah lainnya. Studi bahasa dalam bida ng antropolinguistik dikaitkan dengan peran . istiadat dalam Dayak Tobag yang ditulis ol eh pegarang Arianto dan D. Dulanang . inang ini biasanya memulai de ngan salam. .

salam dalam bahasa dayak